Friday, February 3, 2017

GONCANGAN IMAN KULIAH DI INGGRIS

(Glasgow Central Mosque, Scotland, United Kingdom) 

Suatu kesyukuran bisa kuliah di salah satu kampus terbaik di Inggris. Tapi, cobaan begitu berat menghantam iman di dada. Tapi, di sisi lain saya menjadi belajar lebih mendalam tentang agama, terutama tentang masalah makanan halal.



Pertama, daging halal. Daging halal di Bristol cukup mudah didapatkan, namun ada kalanya kita dihadapkan dengan pilihan untuk memakan daging yang tidak kita ketahui apakah disembelih atas nama selain Allah. Dalam hal ini bukan babi atau hewan yang diharamkan lainnya. Dalam Alquran jelas bahwa jika disembelih atas nama selain Allah, maka haram. Nah, kalau disembelih tidak atas nama siapa-siapa alias disembelih saja. Apakah haram? Saya belum menemukan jawabannya. Tapi, ada satu hadits yang mengatakan bahwa sekelompok muslim menerima daging dari orang asing dan tidak diketahui apakah daging itu disembelih atas nama Allah atau tidak. Maka Rasulullah berkata sebutlah nama Allah atasnya dan makanlah. Sejauh ini, inilah pegangan saya ketika menerima tawaran makanan berupa daging dari teman. Tapi, selama ada pilihan makanan yang pasti halal, tetap saya utamakan. Saya masih awam soal ini, tapi kalau ada teman-teman yang mengetahui lebih dalam, tolong dibagikan ilmunya.

Kedua, saya seringkali mendapat ajakan minum beer di bar, club dan semacamnya. Saya sering berspekulasi dengan berkata bahwa beer itu tidak baik untuk kesehatan. Ya, mereka sepakat apalagi kalau dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Tapi, kata mereka, beer juga baik untuk kesehatan dalam proporsi tertentu. Lantas aku bertanya, kenapa Islam mengharamkan minuman memabukkan itu? Di Alquran dijelaskan bahwa pada minuman tersebut (khamr) terdapat lebih banyak dosa dan sedikit manfaat. Dan, shalat tidak sah jika kita mabuk. Sementara kita harus shalat 5 kali sehari. Kalau mabuk di malam hari, takutnya gak sadar hingga waktu subuh lewat, dst. So, hukumnya haram. Ada juga hadis yang mengatakan kalau banyaknya memabukkan (haram), maka sedikitnya juga haram (najis). Jadi, salah besar kalau ada yang bilang boleh dong minum asal gak sampai mabuk.

Selanjutnya, ajakan ke casino. Ini kasusnya mirip dengan minuman memabukkan. Lebih banyak dosanya daripada manfaatnya. Alasan paling logis saya, dalam berjudi pasti ada untung dan rugi. Kalau kamu untung, mesti ada pihak lain yang rugi, begitupun sebaliknya. Tuhan tidak mau kita mendapat keuntungan dari penderitaan orang lain. Yang dibolehkan itu kalau kita saling menguntungkan. Bahkan dalam berdagang Rasulullah menjelaskan secara gambalang jika jualannya memiliki kerusakan atau kelemahan agar pembelinya tidak merasa dirugikan. Jaman sekarang susah dapat penjual yang mengobral kelemahan jualannya. Hehe.

Terakhir, yang paling menggoncang iman adalah pergaulan bebas. Di sini tidak ada kos-kosan khusus cowok ataupun cewek. Semuanya campur. Beruntung di lantai dimana kamar saya berada cowok semua, jadi aman sedikit kalau mau keluar mandi (kamar mandinya di luar soalnya, maklum cari kos-kosan yang murah, hehe). Tidak ada larangan cowok tidak boleh bertamu di kamar cewek dan sebaliknya seperti di Indonesia. Tidak ada batas jam bertamu. Maka saya kaget ketika ada suara aneh yang mengganggu telinga saya dini hari menjelang subuh selain alarm. Suara aneh perempuan (bukan kuntilanak ya haha) yang bisa menaikkan gairah dan nafsu (maklum lah, wajar karena fitrah sebagai manusia). Tapi, ini sangat mengganggu. Sebentar lagi subuh, dan bayangkan kalau kita shalat sambil mendengarkan suara aneh itu. Astagfirullah. Belum lagi saat tengah malam mau belajar, baca reading-list, atau menulis essay, tiba-tiba dengar suara aneh itu. Gak bisa konsentrasi coy. Berbagai macam hal aneh bermunculan di kepala. Ditambah lagi pas ke kampus, bertemu dengan teman Asia Timur yang mirip artis korea, atau teman British dan Eropa yang mirip artis Hollywood dan Bollywood. Ketika menundukkan pandangan dianggap tak sopan dan tak menghargai mereka. Ketika diberi bantuan sedikit, berterima kasihnya pakai peluk dan cium. Astagfirullah. Tapi, beruntung banyak juga yang bikin adem seperti teman dari Timur Tengah dan Indo-Malay.

Saran saya, buat teman-teman yang mau lanjut kuliah di luar negeri, seperti Inggris, perkuat iman terlebih dahulu, karena ketika berteman akrab dengan foreigners biasanya kita gak enak menolak kalau diajak minum, tapi kalau iman sudah kuat, pasti berani bilang tidak, meski dia teman yang sangat akrab (nanti saya buat tulisan pengalaman saya berteman dengan atheis yang 180° berbeda dengan saya dalam segala hal, bahkan kami sendiri bingung kenapa bisa sangat akrab ketika ditanya). Pokoknya semoga tetap istiqamah dan menunjukkan jati diri kita, jangan malu dan minder. Kalau kita gak bisa menghadirkan iman di hati mereka, at least, iman kita tak goyah. So, sekali lagi, iman harus kuat. Apalagi di sini kan mendengarkan ceramah agama alias siraman rohani tidak sesering di Indonesia. Dan begitu bersyukurnya kita di Indonesia masih banyak yang peduli dengan moral generasi penerus bangsa. Polisi masih aktif menggerebek. Kalau di sini, mana ada polisi yang mau menggerebek pasangan yang tidak sah di kos-kosan. Lol.